15 Daerah SUMUT Terapkan Status Normal

Photo: (Ist/siantar24jam.com)

SIANTAR24JAM.COM – Status New Normal yang akan diterapkan di 15 daerah Sumatra Utara harus diimbangi dengan berbagai upaya antisipasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) selaku mitra struktural dari kota/ kabupaten di Sumatera Utara.

Hal ini disampaikan Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Sumut, Gusmiyadi, saat ditanya wartawan di sela-sela kesibukannya perihal status new normal di Sumut .

“Ini penting, karena kalau boleh jujur kita semua pasti absurd dalam memahami konsep new normal yang disebut-sebut oleh pemerintah ini”, tegasnya.

Gusmiyadi lagi menambahkan bahwa Gubernur dan kepala daerah lainnya wajib merumuskan dan mengantisipasi konsekwensi dari penerapan kebijakan baru ini.

“Bisa dibayangkan, semua ini akan berimbas pada upaya mempersiapkan fasilitas publik dan pengawasan yang mendukung kebijakan itu. Jangan sampai nanti terkesan, negara ini membiarkan rakyatnya bertarung begitu saja menghadapi wabah”, jelas Goben sapaan akrab Gusmiyadi ini.

Menurutnya lagi, Pemprov juga harus segera menyampaikan pencapaian kinerja dan rencana-rencana yang akan dilakukan. Kita ingin mendengar melalui versi pemerintah, sejauh mana progress pembagian sembako beberapa waktu yang lalu. Bagaimana fasilitas bagi pasukan garda depan seperti tenaga medis. Selanjutnya bagaimana rencana kedepan? Ini penting karena saat ini rakyat mulai bertanya-tanya tentang semua tahapan-tahapan itu dari pemerintah termasuk pemprov.

“Sejauh ini kami mengamati dan turun langsung bersama masyarakat. Kami masih melihat kekurangan disana sini. Kami juga menemukan betapa alokasi bantuan yang diserahkan kepada daerah, pada akhirnya mengalami banyak distorsi. Hal-hal seperti ini tidak boleh terulang meskipun status penanganan mungkin akan segera berubah polanya”, ujar anggota Dewan yang sampai sekarang terus menerus turun ke masyarakat ini.

“Langkah-langkah pemerintah kedepan akan menjadi pertaruhan bagi kita semua rakyat Indonesia. New normal ini, jika tidak diseriusi oleh pemerintah dalam pemenuhan berbagai fasilitas yang mendukung penerapannya, maka ini sekali lagi hanya akan menjadi medan pertempuran bagi rakyat menghadapi pandemi. Pemerintah harus tetap memperlihatkan kehadirannya dengan cara pemenuhan seluruh sarana dan personil pendukung agar rakyat dapat menjalankan aktivitas ditengah kenormalan baru hang absurd ini”, akhiri Gusmiyadi (wit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *