Potensi Rumput Laut di Pulau Kecil Terluar Sumatera Utara

Rumput laut di daerah pesisir laut
Oleh: Wulan Sari Sinaga
Mahasiswi Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

SIANTAR24JAM.COM – Rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang terletak di daerah pesisir laut. Rumput laut sering disebut gulma laut, lamun ataupun tumbuhan thallus. Tumbuhan thallus  artinya tumbuhan tingkat rendah yang mesih belum memiliki akar, batang dan daun. Umumnya rumput laut dapat ditemui di perairan yang berhubungan dengan ekosistem terumbu karang yang dapat hidup diatas substrat pasir dan karang mati. Selain habitatnya yang hidup bebas di laut maupun dipesisir, banyak masyarakat yang membudidayakan rumput laut tersebut.

Salah satu pulau kecil terluar yang termasuk provinsi Sumatera Utara ini misalnya. Pulau Wunga merupakan pulau kecil terluar Sumatera Utara. Pulau Wunga terletak di Desa Afulu, Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara yang merupakan bagian dari Kepulauan Nias, Sumatera Utara yang baru saja ditetapkan Presiden Jokowi masuk dalam daftar 111 Pulau Kecil Terluar Indonesia.  Sebagai pulau kecil terluar dan terdepan, tentunya kedua pulau ini memiliki posisi strategis meski berada di wilayah terpencil. Meskipun berada di wilayah terpencil, namun pulau ini berpotensi dalam budidaya rumput laut. Biasanya jenis rumput laut yang dibudidayakan yakni Eucheumacottonii. Jenis rumput laut ini tergolong divisi Rhodophyta (alga merah).

Meskipun tergolong divisi Rhodophyta, namun rumput laut ini memiliki varietas warna yang bermacam – macam. Umumnya dalam rumput laut jenis  cottonii ini sering digunakan masyarakat dalam budidaya karena pertumbuhannya yang cepat, mudah untuk dibudidayakan,  memiliki harga pasar yang tinggi, dan tahan terhadap hama, suhu dan salinitas.  Bibit rumput laut yang akan ditanam biasanya berasal dari Balai Besar Perikanan Budidaya laut (BBPBL) lampung. Umumnya bibit yang akan ditanam bersumber melalui teknik kultur jaringan dan bukan bibit rumput laut konvensional. Hal ini membuat perkembangan pertumbuhan rumput laut dapat mencapai 6 hingga 10 kali lipat dari yang ditanam.

Faktor yang memicu pertumbuhan rumput laut ini dilihat dari lokasi saat penanaman dan metode yang akan digunakan. Proses budidaya rumput laut yang dilakukan pertama sekali yaitu pembibitan. Metode yang digunakan dalam pembibitan rumput laut di Pulau Wunga ini dengan metode Long Line. Pada metode ini, media yang digunakan adalah tali panjang yang dibentangkan dan kemudian bibit – bibit rumput laut diikat di sepanjang tali tersebut dan kemudian dibiarkan tumbuh. Bibit tersebut diikat dengan kuat agar tidak terlepas ketika terkena pergerakan air seperti gelombang ataupun arus. Untuk tahapannya dibentuk  bingkai berbentuk tali dengan ukuran 25 meter x 50 meter.

Disetiap jalur tali yang sudah dibentuk akan ditempatkan benih rumput laut tersebut.   Satu jalur itu ada 80  titik dengan berat satu bibit 60 gram. Tali jalur itu diikatkan pada tali bingkai. Setelah pembibitan, dilakukan pemeliharaan yang biasanya dilakukan masyarakat dengan satu kali pergi pada pagi hari dan satu kali pergi pada sore hari. Hal ini dilakukan agar bibit rumput laut tidak terkena sampah dan bakteri yang menempel di rumput laut tersebut. Perkiraan panen untuk luas 1 hektar diperkirakan mencapai 2,4 ton. Direncanakan, 70 persen hasil panen akan kembali dijadikan bibit lagi untuk ditanam dengan areal yang lebih luas. Dinas Perikanan Nias Utara bekerja sama dengan sejumlah lembaga riset nasional mengatakan bahwa rumput laut sangat cocok dikembangkan di Pulau Wunga.

Menurut rencana, Pulau Wunga dijadikan sebagai pusat pembibitan rumput laut di Sumatera Utara. Meskipun pulau terpencil, Dinas Perikanan Nias Utara berharap dengan budidaya rumput laut ini dapat menyejahterakan masyarakat pesisir pulau wungu dilihat dari segi ekonomi dan manfaatnya. Meskipun rumput laut belum menjadi andalan Sumatera Utara dikarenakan kondisi curah hujan yang tinggi, namun dengan budidaya rumput laut di Pulau Wunga ini dapat menciptakan inovasi seperti dalam bahan pangan, kosmetik, industry dengan menggunakan rumput laut misalnya pembuatan agar – agar, jus, keripik dll (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *