Korban ATM Belum Terima Surat STPL, Kapolsek Siantar Barat Konfirmasi Ke Kanit Reskrim

Petugas-Piket-Polsek-Siantar-Barat-Tampak-di-Tkp-Usai-Mengambil-Keterangan Saksi.

SIANTAR24JAM.COM – Jamila (56), warga Jalan Kartini, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, yang merupakan korban aksi pengurasan uang dari ATM . Mengaku bahwa pelayanan di Polsek Siantar Barat, yang berada di Jalan Mataram, terkesan cuek.

Hal tersebut langsung dikatakan korban, setelah dirinya merasa kecewa. Karena sampai saat ini, pihaknya sama sekali belum ada menerima surat tanda penerimaan laporan (STPL) dari penyedik, meski sudah seminggu melaporkan kejadian.

“Lucu lah bang, padahl sudah seminggu. Tapi kami belum ada terima surat STPL itu. Padahal polisi sudah cek TKP hari Kamis (18/6) pagi jam 10.00 WIB,” Kata Jamila ditemui dirumahnya, Rabu (24/6) sore sekira jam 14.00 WIB.

Lanjut Jamila, pasca kejadian, dirinya meminta vido hasil dari rekaman cctv. Tapi, pihak bank meminta surat dari penyidik.” Pihak Bank Mandiri bilang harus ada dulu surat penyelidikan dari polisi, sedangkan pas diminta penyidik polseknya cuek,”ujarnya.

Diakhir cerita, Korban berharap pelaku cepat ditangkap.” Itu bukti wajah pelaku dari rekaman cctv yang kami rekam pakai Hanphone, sudah jelas kami kasih sama kepolisian. Pas kami pertanyakan sama penyidik, dia tidak menjawab,” kesal korban.

Sementara, Kapolsek Siantar Barat Iptu Esron Siahaan yang baru menjabat. Ketika dikonfirmasi terkesan lempar bola, kepada awak media ini, Rabu (24/6) sore sekira jam 14.00 WIB, dirinya mengatakan konfirmasi ke Kanit Reskrim.

“Konfirmasi sama Kanit Reskrim,” jawabnya singkat. Di Tempat terpisah, Kanit Reskim Poslek Siantar Barat, Ipda Jhon Purba saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya belum ada tau soal surat tanda penerimaan laporan korban.

“Soal STPL saya belum tau, nanti saya tanya SPKT nya. Soal pelayanan, udah kita layani dengan baik, sudah sama ke TKP dan sudah kita periksa. Pokoknya kita upayakan secepatnya,” jawabnya melalui pesan aplikasi Wattshap.

Bukti-Pengambilan-Uang-yang-Dilakukan-Para-Pelaku

Berita sebelumnya, Modus pura-pura Menolong, Uang dmDari ATM Dikuras Habis.

Wanita separu abad berusia 56 tahun, warga Jalan Kartini, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, bernama Jamila. Terpaksa haris merelakan uang tabungannya senila 12 juta lebih raib begitu saja dalam waktu sekejap.

Hal itu terjadi, karena Jamila menjadi korban kejahatan di gerai mesin ATM indomaret, tak jauh dari rumahnya. Dengan modus operandi, alias pelaku berpura-pura menolong, Rabu (17/6) sore sekira jam 17.00 WIB.

“Sore pas mau ambil uang di gerai ATM Indomaret, terus kumasukkan kartu ATM nya. Tapi malah tersangkut, tiba-tiba tiga orang lelaki berada di belakang nolongin. Begitu kartu bisa keluar, perasaan kartu sudah ku kantongi, makannya langsung ku tinggal,” katanya.

Pasca meninggalkan gerai ATM di indomaret dan hendak menuju pulang. Jamila tidak sadar, jika kartunya tersebut masih tersangkut di mesin. Sehingga kuat dugaan, Kedua lelaki berada di belakangnya itu telah mengambil kartu ATM miliknya.

“Waktu dirumah, kucari kartu ATM ku sudah tidak ada di tas. Makannya balik lagi, orang dekat. Paslah balik kesana lagi, kulihat kartu ATM ku sudah tidak ada. Terus petugas indomaret menyuruhku agar mengadu ke bank Mandiri,” Ujar Jamila.

Berhubungan hari sudah menjelang sore. Akhirnya Korban memilih datang ke Bank keesokan harinya, Kamis (18/6) pagi sekira jam 10.00 WIB. Sampai di Bank, Korban kaget setelah mendengarkan uang senilai 12 juta di ATM habis dan hanya tersisa Rp 183 ribu.

“Kata pegawai Bank nya, uang di ATM ku sudah habis. Terus kutanya lagi, ternyata pegawai itu menjelaskan, kalau uangku sudah dikuras melalui transaksi. Sadar ATM ku dikerjai waktu di indomaret, aku balik lagi datangi gerai ATM di indomaret itu bang,” tambahnya.

Menurut Jamila, Kuat dugaan mesin ATM itu sudah dipreteli pelaku sebelumnya. Sehingga dirinya masuk perangkap dari para pelaku. Karena begitu dirinya memasukkan kartu ATM, mesin malah tak dapat memprosesnya, alias kartu tidak bisa masuk.

“Mungkin lubang mesin ATM ini sudah diganjal sebelumnya. Baru kusuruh lah pegawai indomaret memutar CCTVnya. Dari isi rekaman, ternyata ketiga pemuda yang menolongku itu pelakunya. ATM ku yang kukira sudah kumasukkan, itu yang di ambilnya, tangannya pun cepat kali,” cecarnya lagi.

Ditambahkan Jamila, dari rekaman cctv itu. Ketiga pelaku merupakan lelaki, satu pelaku berbaju putih berbadan besar bertugas sebagai pemantau situasi. Berdiri dibelakangnya. Sedangkan satu pelakunya lagi berbaju hitam, berpura-pura ingin memberikan pertolongan pada dirinya.

“Kejadian ini baru tadi sempatnya sudah ku laporkan ke polisi Polsek Siantar Barat, karena saya sudah merugi sampai Rp 12 juta. Polisi pun juga sudah cek TKP tadi, sekalian ngambil isi dari rekaman CCTV,” tutupnya sembari berharap kepada polisi, agar pelaku cepat tertangkap.

Terpisah, Kapolsek Siantar Barat, Iptu Esron Siahaan dikonfirmasi diruang kerjanya membenarkan hal tersebut. Bahkan, saat ini pihaknya masih melakuan lidik.” Sudah kita terima laporan korban, pelaku pun masih kita lidik sekaligus mengumpulkan saksi-saksi di lokasi,” jelasnya singkat. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *