Sepuluh Mahasiswa Universitas Riau, Ikuti KKN Relawan Covid-19 di Kota Pematangsiantar

Berbagai Kegiatan MahasiswaI Unri saat mengikuti KKN di Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Siantar Martoba

SIANTAR24JAM.COM – Sebanyak sepuluh mahasiswa/i asal Universitas Riau (UNRI), yang berbeda fakultas datang ke Kota Siantar. Tak lain dalam mengikuti pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN), sebagai relawan Covid-19 di Kantor kelurahan sumber jaya.

Sebelum datang ke Siantar, awalnya Mahasiswa sebagai Relawan Covid-19 itu dilepas secara daring dari kampus. Dimana pelepasan langsung dilakukan oleh Rektor, selama lima belas hari. Kepada awak media ini, Rabu (24/6) siang sekira jam 14.00 WIB.

Joshua Valentino Rajagukguk (21), selaku Ketua KKN, mengatakan. Sebelum terjun melakukan kegiatan di lapangan, pihaknya terlebih dahulu melakukan brifieng dengan Camat Siantar Martoba dan Lurah Simpang Kerang serta Bhabinkamtimbas Polsek Siantar Martoba.

“Selama Brifieng, kami sempat diberikan arahan dulu oleh pihak kecamatan dan kelurahan. Karena kegiatan yang kami lakukan merupakan kegiatan membantu pemerintah dalam menangani masalah Covid-19 di kota Siantar,” papar Joshua ditemui.

Dikatakan Joshua, selama sudah tiga belas hari di Siantar. Mereka melakukan kegiatan di lapangan, yakni ikut menjaga posko covid. Kemudian, membagikan masker, menyemprotkan cairan Desinfektan. Bahkan ikut menyalurkan bantuan sembako dari pemko dan Pemprov.

“Disini, kami mendapatkan sensitivitas rasa kepedulian sosial. Artinya, kegiatan kami ini juga sebagai dasar atau bahan untuk membuat sebuah Kerja Nyata dalam edukasi melawan Covid-19 di kota siantar. Apalagi setiap kegiatan yang kami lakukan juga dilaporkan kepada pihak kampus,” tukasnya lagi.

Sembari mengatakan, laporan itu merupakan sebagai bukti, kalau Kukerta mereka itu benar-benar ikut dalam dalam membantu penanganan Covid-19. Tak hanya itu, sebagai tugasnya setiap kegiatan nanti mereka masukkan dalam sebuah blog tim relawan Covid-19.

Lalu dikirim kepada dosen pembimbing Kukerta mereka. Selain itu, kegiatan Kukerta tersebut juga tidak dalam waktu panjang. Karena mengingat wabah Covid-19 ini, juga bisa membahayakan para mahasiswa jika terlalu lama.” Jadi kami Kukerta ini, cuma lima belas hari. Biasanya kan bisa berbulan-bulan,” imbuhnya.

Dirinya juga mengatakan, sistem Kukerta itu juga dilakukan oleh seluruh mahasiswa Unri. Jadi mereka yang sudah pulang ke daerah masing-masing, tetap melakukan KKN.” Jadi, kalau teman-teman yang lain, itu ada yang 3 orang di satu daerah tempat tinggalnya, minimal 10 orang. Tergantung lah berapa jumlah mahasiswa dalam satu daerah tersebut.” Ungkapnya. (yud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *