Kasat Reskrim Hanya Hadirkan Pelaku Curanmor Saja, Penadah Kemana ?

Satreskrim Polres Siantar Hanya Hadirkan Tersangka Utama Dalam Konferensi Pers

SIANTAR,24JAM.COM – Usai menggelar konferensi Pers dalam mengungkapan kasus kejahatan berupa narkoba. Satreskrim Polres Siantar kembali menghadirkan pelaku kasus curanmor, yang diamankan, Minggu (7/6) pagi sekira jam 06.30 WIB, lalu.

Pantauan awak media ini dalam konferensi pers, Kamis (25/6) siang sekira jam 13.00 WIB. Satreskrim polres Siantar hanya menghadirkan tersangka utama berinisial FHI alias Fijay (33), tapi tidak dengan penadahnya.

Padahal, pelaku FHI, warga Jalan Melanton Siregar, Kelurahan Pematang Marihat, Kecamatan Siantar Marimbun. Bersama seorang penadah berinisial WG alias Wandra (43), warga Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Sebelumnya resmi sudah ditahan, bahkan sudah dijadikan tersangka. Hal itu dikatakan langsung oleh Kasat Reskrim Iptu Nur Istiono. Ketika dikonfirmasi, melalui Kasubag Humas Iptu Rusdi Ahya, Senin (8/6) siang sekira jam 13.00 WIB, lalu.

Dimana pelaku utama berinisial FHI, berhasil diamankan dari Jalan Jogja, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat. Sedangkan Penadah, di amankan dari rumahnya di Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, pasca dikembangkan.

Bahkan, dari tangan tersangka utama, petugas berhasil menyita 3 unit kereta Supra x warna Hitam. 1 buah jaket Switer warna Hitam digunakan saat beraksi. 2 buah Kunci Leter T yang digunakan saat beraks dan 1 buah STNK.

Tak itu saja, tersangka utama juga mendapatkan tindakan tegas dan terukur dari petugas Jatanras Polres Siantar. Yakni pada betis sebelah kanan ditembak, lantaran mencoba melawan petugas pasca akan ditangkap.

Untuk menanggapi hal tersebut, awak media ini mencoba konfirmasi pada Kasat Reskrim yang baru menjabat, yakni AKP Edi Sukamto. Dikatakan Edi, dirinya mengaku jika masalah itu, sebelumnya sudah ditangani kasat lama.

“Itu kan waktu kasat lama, Iptu Nur Istiono. Jadi gini, makannya saya bilang, sabar lah bos. Saya ini kan masih baru, dan banyak kerjaan yang masih mau saya selesaikan. Masak mau kelen aja. Yaudah, besok datang ke kantor, biar saya jumpakan sama penyidiknya,” jawab Kasat.

Berita sebelumnya, Jatanras Satreskrim Polres Siantar, berhasil mengamankan satu Pelaku pencurian sepeda motor (kereta), bersama seorang penadah, Minggu (7/6) pagi sekira jam 06.30 WIB.

Selama menjalankan aksi, Pelaku beraksi malam sampai pagi hari di lima tempat kejadian perkara (TKP), dengan cara mengincar kereta yang sedang terparkir.

Sedangkan Pelaku FHI alias Fijai (33), warga Jalan Melanton Siregar Ujung, Kelurahan Pematang Marihat, Kecamatan Siantar Marimbun, bertugas seorang diri dan terkenal rapi.

Sementara, seorang petani yang menjadi penadahnya, yakni WG alias Wandra (43). Warga asal Tanah Jawa, Desa Bosar Galugur Dusun 6 Batangio, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, ikut di amankan.

“Kita amankan pelaku dari Jalan Jogja, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat. Penadahnya, kita amankan dari rumahnya di Tanah Jawa, pasca dikembangkan,” Kata Kasat Reskrim Nur Istiono.

Dikonfirmasi, melalui Kasubag Humas Iptu Rusdi Ahya, Senin (8/6) siang sekira jam 13.00 WIB. Dikatakan Rusdi, Pelaku yang di interogasi, mengaku sudah lima kali beraksi dengan bermodalkan kunci later T.

“Tkp pertama itu, di bulan desember 2019. Pelaku mencuri satu unit kereta jenis Beat warna merah, di Jalan Bandung Simpang Jalan Cipto. Tapi si korban tidak ada buat laporan pengaduan ke kita,” katanya.

Lanjut Rusdi, Tkp kedua di Jalan Merdeka. Satu unit Yamaha Vixion milik Chandra Iwan, dengan Lp: 227/IV/SU/STR. Lalu Tkp ketiga, di Jalan Sutomo, satu unit kereta Honda Supra X 125, milik korban Arianto dengan Lp :304 /VI/SU/STR.

Kemudian, Tkp ke Empat di Jalan Jogja, satu unit kereta Supra X 125 milik korbannya Diana dengan Lp : 246 / V / 2020/SU /STR. Serta Tkp ke lima di Jalan Cipto, satu unit Honda Supra X, tetapi korban tidak membuat laporan pengaduan.

“Dari Pelaku, kita sita 3 unit sepedamotor Supra x warna Hitam. 1 buah jaket Switer warna Hitam digunakan saat beraksi. 2 buah Kunci Leter T yang digunakan saat beraks dan 1 buah STNK Sepeda Motor,” jelas Rusdi.

Sembari menambahkan, kaki sebelah kanan Pelaku FHI alias Fijai. Terpaksa di tembak peluru tajam, akibat melawan petugas. Selanjutnya, Pelaku diancam dengan pasal 363 ayat (1) ke 3e, 4e dan 5e KUHP. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *