Gegara Status di Wattshap, Seorang Pembalap Dikeroyok Dua Pemuda & Berakhir Damai Dikantor Polisi

Kedua Pelaku saat mengeroyok korban di TKP

SIANTAR24JAM.COM – Rado Matondang (19), seorang pembalap kereta asal Kota Siantar, warga Jalan Gurilla, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, mengalami luka lebam pada bagian wajah. Bahkan bibir koyak dan mengeluarkan darah segar.

Setelah dikeroyok dua orang pemuda yang tak lain teman pacarnya sendiri, Sabtu (28/6) pagi hari sekira jam 00.30 WIB. Tepatnya diparkiran warung nasi goreng depan kantor DPRD yang berada di Jalan Adam Malik, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat.

Informasi yang didapat, Minggu (28/6) sore sekira jam 16.20 WIB. Peristiwa yang tidak disangka akan terjadi tersebut, dipicu karena ketersinggungan status whatsapp. Sehingga korban dan kedua pemuda itu beradu mulut dan terjadi pertengkaran.

Kedua pemuda yang mengeroyok korban, masing-masing Tommy Alpha Edison Nainggolan (22), warga, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba dan rekannya Viktor Ramadhan (31), warga Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara.

Awalnya korban bersama pacarnya cekcok mulut, kemudian korban angkat sttus di pesan whatsapp bertuliskan ‘Fiktor bergambarkan emot tertawa. Tak tau apa penyebabnya, Fiktor merasa bahwa status tersebut menyindirnya.

Sehingga Viktor dan korban saling bertengkar di chatingan Wattshap pagi harinya sekira jam 00.30 WIB. Viktor mengajak korban untuk bertemu didepan warung nasi goreng depan kantor DPRD. Saat itu Viktor datang bersama rekannya Tommy.

Yakni datang berboncengan menggunakan kereta jenis matic miliknya. Kemudian, Viktor langsung menerjang dan lanjut memukuli wajah korban. Korban yang saat itu bersama pacarnya berusaha melerai perkelahian.

Surat cabut laporan yang dikeluarkan Personil Polsek Siantar Barat

Semula, pasca perkelahian, rekan si Viktor bernama Tommy ikut membantu memiting leher korban. Sehingga viktor kembali mendaratkan pukulan ke wajah korban. Tapi salah satu rekan korban yang berada di lokasi langsung menyelamatkan korban untuk pergi dari lokasi.

Selanjutnya, korban yang tidak terima dikerokok pulang kerumah dan memeritahukan hal itu kepada orang tuanya. Kemudian, korban bersama  orangtuanya membuat dan mendatangi polsek siantar barat untuk membuat laporan pengaduan.

Setelah mengintrogasi korban, personil piket polsek siantar barat langsung mengamankan Viktor dan Tommy dari rumahnya. Selama di polsek, Viktor dan Tommy memohon kepada korban untuk memilih jalur damai karena takut di penjara.

Setelah berunding dengan orangtuanya, korban pun memaafkan. Selebihnya mencabut laporan pengaduan terhadap Viktor dan Tommy dengan syarat membayar uang perobatan yang dialami korban.

Mengetahui kedua belah pihak sudah berdamai. Personil piket Polsek Siantar Barat, langsung menyuruh kedua belah pihak untuk membuat surat pernyataan secara tertulis yang dilengkapi oleh materai 6000.

Ditempat terpisah, Kaposlek Siantar Barat, Iptu Esron Siahaan SH. Dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Ipda Jhon Purba SH, membenarkan adanya penganiayaan pengeroyokan terhadap korban Rado Matondang.

“Benar, lewat tengah malam kejadiannya. Tapi sudah sepakat mereka milih berdamai, dan mencabut laporan. Kemudian, mereka juga sudah membuat pernyataan perobatan ditanggung,” katanya singkat lewat sambungan telepon. (yud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *