Kejadian Maling Bersebo Bawa Sajam, Warga Kompleks SD Guppi Masih Merasa Terancam & Kembali Melapor Ke Polres Siantar

Salah Satu Maling Menggunakan Sebo Hitam Terekam CCTV

SIANTAR24JAM.COM – Meski sudah mendatangi Polsek Siantar Martoba, untuk membuat laporan pengaduan. Warga yang merasa dirinya terancam akibat ulah dari kedua pelaku menggunakan Sebo Hitam dan membawa senjata tajam, masih juga belum merasa tenang.

Pasalnya, warga di seputaran kompleks SD Guppi, berada di Jalan Medan Km 4,5, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, mengaku. Bahwa petugas polsek sama sekali belum ada untuk turun cek Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Sampai saat ini, petugas polsek belum ada turun kelokasi. Padahal, kami sudah sangat ketakutan dan sampai menduga-duga siapa si kedua pelaku itu,” ujarnya Kotijah Purba selaku Kepsek SD Guppi yang ikut menjadi korban.

Kepada awak media ini, Minggu (28/6) sore sekira jam 15.09 WIB, Kotijah mengatakan. Pihaknya akan melanjutkan untuk melaporkan kejadian tersebut, ke Polres Pematangsiantar. Karena menganggap laporan tidak ditindaklanjuti.

“Memang, kerugian pas kami melapor nggak sampai Rp 2 juta. Tapi, kalau kami warga sini yang sudah menjadi korban dikumpulkan semua. Kan lebih dari Rp 2 juta. Apa meski kami mati dulu baru ditindaklanjuti? besok kami  lapor ke Polres Siantar,” paparnya.

Masih kata Kotijah, dirinya ingin melaporkan kepada polisi. lantaran ingin meminta perlindungan, agar tidak ada korban yang sampai terkena senjata tajam milik kedua pelaku,” Ya, kami melapor karena ada alasan, mencari perlindungan agar aman,” tutupnya.

Sementara, Kapolsek Siantar Martoba Iptu Amir Mahmud, dikonfirmasi mengaku hanya melakukan patroli secara rutin.” Begini, itu ada orang (pelaku-red) yang tidak dikenal. Kemudian, menutup CCTV nya, mungkin ada niat kurang baik. Lagian, kerugian belum ada,” jawabnya.

Sembari menambahkan, atas kejadian itu, pihaknya hanya melakukan tindakan yakni patroli secara rutin ke daerah tersebut guna antisipasi hal yang tudak di inginkan.

Berita sebelumnya, Puluhan warga yang berdomisili di areah sekolah dasar (SD) Guppi Uswatun Hasana. Persisnya di Jalan Medan Km 4,5 Gang Pendidikan, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba. Berbondong-bondong datang ke Polsek Siantar Martoba, Jumat (26/6) siang sekira jam 12.00 WIB.

Warga yang menjadi korban saat mengadu ke Polsek Siantar Martoba

Kedatangan warga karena merasa resah. Lantaran hampir setiap hari rumah mereka selalu dimasuki kawanan maling yang mencuri barang-barang didalam rumah.” Kurang lebih adalah sepuluh kali kejadian di areah rumah kami ini,” kata korban bernama Kotija Purba (53).

Kotija mengatakan, saat beraksi, maling berjumlahkan dua orang, menggunakan sebo warna hitam dan pakaian serta hitam. Bahkan, selalu membawa senjata tajam (pisau). Hal itu diketahui warga, setelah aksi kedua pelaku terekam cvtv sekolah dan cctv rumah warga.

“Malingnya itu-itu aja, bahkan bawa pisau. Kami tinggal di dekat sekolah, lebih dari sepuluh kepala keluarga. Masing-masing, kami uda jadi korbannya. Handphone, laptop, memang itu yang diambil. Tapikan, terasa juga, makannya kami resah,” papar Kotija yang menjabat sebagai kepsek SD Guppi.

Sementara, dari hasil vidio rekaman cctv yang diterima awak media ini dari korban lainnya. Aksi pencurian tersebut berlangsung sangat cepat, yakni hanya sekitar 30 menitan. Hal demikian seolah menunjukkan, jika para pelaku sudah mengetahui betul-betul kondisi dan keadaan lingkungan sekitar.

“Aksi pelaku, terakhir ya tadi pagi sebelum subuh. Jendela rumahku dicongkel, Handphone kucas dekat tv diambilnya. Pagi jam enam lah aku baru sadar, kulihat handphone uda hilang. Kulihatlah dari cctv, sempat itu cctv ditutupnya pakai kain. Tapi dia nggak tau disini sudah banyak cctv,” kata korban lain bernama Nursia Silitonga.

Diakhir perbincangan, seluruh korban yang datang ke Polsek Siantar Martoba mengaku dikawasan rumahnya itu. Banyak pemuda memakai narkoba jenis sabu-sabu yang di indikasi sebagai pencuri. Lalu mengaku, atas kejadian mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta lebih. Serta kepada polisi berharap agar pelaku cepat diungkap.

“Ya, kita haraplah setelah laporan kita resmi dibuat. Kalau bisa pelaku ditindak, karena sudah resah kali kami warga sini. Apalagi bawa bawa senjata tajam gitu, kan makin down kami. Disinggung, apa di pemukiman tidak ada petugas jaga malam? Korban mengatakan, mulai malam nanti akan berjaga-jaga,” mulai malam nantilah,” tutupnya.

Terpisah, Kapolsek Siantar Martoba Iptu Amir Mahmud, dikonfirmasi awak media ini mengatakan. Pihaknya masih meminta warga yang menjadi korban, untuk melengkapi data serta total kerugian dialami.” Iya, data masih kita minta agar dilengkapi dulu, baru kita lanjuti dengan periksa saksi-saksi,” ujarnya. (yud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *