Dikonfirmasi Korban Belum Terima Surat STPL Terkait ATM Korban Dikuras Habis, Kapolsek Siantar Barat Blokir Nomor Wartawan

Kapolsek Siantar Barat, Iptu Esron Siahaan

SIANTAR24AM.COM – Diduga gerah dengan pemberitaan dan konfirmasi perihal laporan ATM korban dikuras habis dan belum terima surat STPL. Parahnya, Kapolsek Siantar Barat, Iptu Esron Siahaan yang baru menjabat sekitar empat bulan.

Malah memblokir aplikasi whatsapp dan nomor telepon wartawan saat ingin dikonfirmasi ulang untuk mengetahui hasil dari perkembangan laporan korban, Senin (29/6) sore sekira jam 15.40 WIB.

Dimana sebelumnya, Jamila (56) warga Jalan Kartini, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, yang merupakan korban kehilangan uang di ATM sebesar Rp 12 juta dari aksi pura-pura menolong.

Mengaku sampai saat ini, laporannya belum sama sekali ditindaklanjuti pihak kepolisian. Sehingga korban berasumsi negatip dan juga menilai bahwa polsek yang dikomandoi Iptu Esron Siahaan sangat lemah.

“Dulu, kami juga pernah kejadian, dan melapor ke poslek siantar barat, lalu ditindaklanjuti. Waktu yang menjabat kaposleknya itu pak Iptu Subagya, tapi bedah sama kaposlek ini, laporan kami belum dikerjakan,” kata korban dikonfirmasi sebelumnya.

Korban juga menerangkan, akibat tidak ditindaklanjuti laporan itu, membuat dirinya merasa dikecewakan. Bahkan enggan untuk membuat laporan lagi ke Polres Siantar dan lebih memilih ikhlas atas insiden yang menimpanya.

“Sudah lah, nggak palah dilanjutkan ke polres Siantar. Biar itu kami ikhlas kan aja, percuma buat laporan. Tapi petugasnya kek gitu sama warganya, padahal polisi harusnya mengayomi dan melindungi warganya,” kesal ibu beranak tiga itu

Terpisah, Kapolres Siantar AKBP Budi Pardamean Saragih dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Iptu Rusdi Ahya, belum berhasil dikonfirmasi. Meskipun nomor ketika dihubungi terlihat aktif dan berdering.

Berita sebelumnya, Jamila (56), warga Jalan Kartini, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, yang merupakan korban aksi pengurasan uang dari ATM . Mengaku bahwa pelayanan di Polsek Siantar Barat, yang berada di Jalan Mataram, terkesan cuek.

Hal tersebut langsung dikatakan korban, setelah dirinya merasa kecewa. Karena sampai saat ini, pihaknya sama sekali belum ada menerima surat tanda penerimaan laporan (STPL) dari penyedik, meski sudah seminggu melaporkan kejadian.

“Lucu lah bang, padahl sudah seminggu. Tapi kami belum ada terima surat STPL itu. Padahal polisi sudah cek TKP hari Kamis (18/6) pagi jam 10.00 WIB,” Kata Jamila ditemui dirumahnya, Rabu (24/6) sore sekira jam 14.00 WIB.

Lanjut Jamila, pasca kejadian, dirinya meminta vido hasil dari rekaman cctv. Tapi, pihak bank meminta surat dari penyidik.” Pihak Bank Mandiri bilang harus ada dulu surat penyelidikan dari polisi, sedangkan pas diminta penyidik polseknya cuek,”ujarnya.

Diakhir cerita, Korban berharap pelaku cepat ditangkap.” Itu bukti wajah pelaku dari rekaman cctv yang kami rekam pakai Hanphone, sudah jelas kami kasih sama kepolisian. Pas kami pertanyakan sama penyidik, dia tidak menjawab,” kesal korban.

Sementara, Kapolsek Siantar Barat Iptu Esron Siahaan yang baru menjabat. Ketika dikonfirmasi terkesan lempar bola, kepada awak media ini, Rabu (24/6) sore sekira jam 14.00 WIB, dirinya mengatakan konfirmasi ke Kanit Reskrim.

“Konfirmasi sama Kanit Reskrim,” jawabnya singkat. Di Tempat terpisah, Kanit Reskim Poslek Siantar Barat, Ipda Jhon Purba saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya belum ada tau soal surat tanda penerimaan laporan korban.

“Soal STPL saya belum tau, nanti saya tanya SPKT nya. Soal pelayanan, udah kita layani dengan baik, sudah sama ke TKP dan sudah kita periksa. Pokoknya kita upayakan secepatnya,” jawabnya melalui pesan aplikasi Wattshap. (yud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *