Kejaksaan Siantar Belum Terima Surat SPDP Penadah Curanmor, Tangkapan Satreskrim Polres Siantar

Seorang Penadah yang diamankan Satreskrim Polres Siantar

SIANTAR24JAM.COM – Soal perkara seorang penadah kereta dalam aksi curamor. Kejaksaan kota Siantar, melalui Kadafi selaku Kasih Pidum ketika ditemui awak media ini, Selasa (30/6) siang sekira jam 15.30 WIB, mengatakan.

Setiap kepolisian yang melalukan penyelidikan. Harus mengirim pemberitahuan penyelidikan lebih dulu terhadap kejaksaan.” Setiap mereka melakukan penyelidikan, pemberitahuan itu harus sampai ke kita dulu,” katanya.

Saat ditemui awak media di Polres Siantar, usai mengikuti konferensi pers pemusnahaan barang bukti narkoba. Kadafi menerangkan, jika hal itu berkaitan dengan materi perkara. Pihaknya mengarahkan awak media ini untuk menanya ke penyidik.

“Ya seperti itu, apapun berkaitan dengan materi perkara. Bisa koq, langsung tanya ke penyidik polres siantar. Karena kan, sampai sekarang belum ada sampai ke kita. Nanti nama si penadah itu kita bisa cek,” imbunya.

Sembari mengatakan, untuk mengecek nama penadah curanmor yang diamankan Satreskrim polres siantar di sekretariat pidum.” Untuk melihat SPDP si penadah sudah disampaikan apa belum. Balum tau karena saya nggak hafal semuanya,” tutupnya.

Ditempat terpisah, salah satu pegawai sekretariat Pidum, ketika ditemui awak media ini, mengatakan. Bahwa surat SPDP aksi curanmor hanya ada bagi si pelaku utama, yakni Fijai Kadafi, Warga Jalan Melanton Siregar, Kota Siantar.

“Sudah kita cek satu persatu, yang ada hanya SPDP si Pelaku atas nama Fijai Kadafi. Kalau nama penadah si Wandra, warga Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun seperti yang abang sampaikan memang tidak ada,” ujarnya di kejaksaan.

Berita sebelumnya, usai menggelar konferensi Pers dalam mengungkapan kasus kejahatan berupa narkoba. Satreskrim Polres Siantar kembali menghadirkan pelaku kasus curanmor, yang diamankan, Minggu (7/6) pagi sekira jam 06.30 WIB, lalu.

Pantauan awak media ini dalam konferensi pers, Kamis (25/6) siang sekira jam 13.00 WIB. Satreskrim polres Siantar hanya menghadirkan tersangka utama berinisial FHI alias Fijay (33), tapi tidak dengan penadahnya.

Padahal, pelaku FHI, warga Jalan Melanton Siregar, Kelurahan Pematang Marihat, Kecamatan Siantar Marimbun. Bersama seorang penadah berinisial WG alias Wandra (43), warga Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Sebelumnya resmi sudah ditahan, bahkan sudah dijadikan tersangka. Hal itu dikatakan langsung oleh Kasat Reskrim Iptu Nur Istiono. Ketika dikonfirmasi, melalui Kasubag Humas Iptu Rusdi Ahya, Senin (8/6) siang sekira jam 13.00 WIB, lalu.

Dimana pelaku utama berinisial FHI, berhasil diamankan dari Jalan Jogja, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat. Sedangkan Penadah, di amankan dari rumahnya di Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, pasca dikembangkan.

Bahkan, dari tangan tersangka utama, petugas berhasil menyita 3 unit kereta Supra x warna Hitam. 1 buah jaket Switer warna Hitam digunakan saat beraksi. 2 buah Kunci Leter T yang digunakan saat beraks dan 1 buah STNK.

Tak itu saja, tersangka utama juga mendapatkan tindakan tegas dan terukur dari petugas Jatanras Polres Siantar. Yakni pada betis sebelah kanan ditembak, lantaran mencoba melawan petugas pasca akan ditangkap.

Untuk menanggapi hal tersebut, awak media ini mencoba konfirmasi pada Kasat Reskrim yang baru menjabat, yakni AKP Edi Sukamto. Dikatakan Edi, dirinya mengaku jika masalah itu, sebelumnya sudah ditangani kasat lama.

“Itu kan waktu kasat lama, Iptu Nur Istiono. Jadi gini, makannya saya bilang, sabar lah bos. Saya ini kan masih baru, dan banyak kerjaan yang masih mau saya selesaikan. Masak mau kelen aja. Yaudah, besok datang ke kantor, biar saya jumpakan sama penyidiknya,” jawab Kasat. (yud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *