Nabrak Bak Truck, Operator Alat Berat PT HK Asal Medan Tewas di Siantar

Korban Paneriadi yang Terkapar di Badan Jalan

SIANTAR24JAM.COM – Satu orang tewas ditempat, usai menjadi korban kecelakaan lalu lintas di ruas simpang Jalan Bali, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar. Kecelakaan yang terjadi Senin (6/7) malam sekira jam 23.30 WIB, itu. Melibatkan kereta Honda CBR warna Putih, BK 6586 AHC dengan Truck Cold Diesel BA 9802 KU.

Awalnya, sebelum kecelakaan terjadi. Malam itu kereta yang ditunggangi Paneriadi Harahap (55), salah satu pekerja Proyek Jalan Tol PT HK sebagai oeprator alat berat. Datang melaju dari arah Jalan Pdt. J.Wismar Saragih, hendak masuk dan menuju ke arah simpang empat Jalan Bali, Kecamatan Siantar Martoba.

Entah kenapa, saat Paneriadi (korban-red) warga Jalan Menteng, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, berbelok menuju ke Jalan Bali. Korban tidak memperhatikan Truck dikemudikan Oki Ade Saputra Melva (31). Warga Jalan Koto Tanga, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

Brakkk, korban Paneriadi menabrak bodi samping Truck yang datang dari arah Eks Terminal Sukadame Jalan Sisingamangaraja, menuju arah Mako Rindam. Korban pun terkapar bersimbah darah di aspal. Sedangkan kereta miliknya masuk ke kolong truk dan terseret sekitar 10 meter.

Kebetulan, personil Unit Laka Sat Lantas Polres Siantar yang saat itu patroli, langsung menolong korban Paneriadi untuk dibawa ke RS Vita Insani. Setiba diruangan IGD, Tim Medis menyatakan korban sudah tewas. Lalu, personil Laka membawa jenajah Paneriadi visum ke ruangan jenajah RSUD dr. Djasamen Saragih.

Selanjutnya, personil Unit Laka melakukan olah TKP, sembari mengamankan barang bukti truk cold diesel dan kereta Honda CBR yang terlibat dalam insiden tersebut. Keesokan harinya, Selasa (7/7) siang sekira jam 10.30 WIB, rekan korban datang ke Ruang jenazah RSUD Djasemen Saragih.

Kepada awak media ini, rekan korban bernama Syahrial mengatakan. Sebelum kejadian, korban Paneriadi mengajaknya makan malam di Pusat Jajanan Malam Siantar Square Jalan Vihara. Lalu menjelaskan, saat itu korban pergi tanpa boncengan mengendarai kereta Honda CBR dan berada dibelakang mobil dikemudikannya.

Selanjutnya, saat korban dan Syahrial berjarak sekitar 500 meter. Tiba tiba Syahrial mendengar suara benturan keras dan melihat kaca spion mobil nya bahwa jarak korban sudah tidak terlihat. Karena merasa curiga, Syarial memutar balik laju mobilnya dan menemukan korban sudah tabrakan dan terkapar di aspal.

“Hanya berjarak dikit aja kami, waktu mau pergi makan ke Siantar Square. Dia yang bilang samaku. Ketua, malam ini kita harus makan di siantar square,” ujar Syahrial mengulangi perkataan korban Paneriadi untuk mengajaknya makan malam, sebelum tabrakan itu terjadi.

Syahrial menambahkan, sebelum tabrakan, tanpa disadarinya korban sudah memberikan tanda tanda akan meninggal. Dimana siang harinya saat duduk disalah satu warung langganan. Korban menanyakan hutang nya kepada pemilik warung, dimana korban mengatakan, mana tahu aku mati, jadi gak mau meninggalkan hutang.

“Berapa hutang ku, bu?. Mana tahu nanti mati aku. Aku ga mau meninggalkan hutang soalnya,” kata Syahrial kembali, saat mengulangi perkataan diucapkan korban Paneriadi yang tak disadari menjadi tanda tanda akan kehilangan sosok yang dikenal sangat baik itu untuk selama selamanya.

Sampai saat ini, jenazah korban masih dibersihkan petugas kamar jenazah. Sedangkan rekannya Syarial menyatakan, jika jenazah korban hari ini akan dibawa pulang kerumahnya, kota medan.” Insyallah hari ini dibawa pulang untuk disemayamkan, ini masih menunggu keluarganya datang dulu biar sama-sama berangkat,” tukasnya mengakhiri.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Siantar, AKP Muhammad Hasan, dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Iptu Rusdi Ahya, membenarkan peristiwa maut itu.” Benar, kecelakaan terjadi, akibat kelalaian pengendara kereta Honda CBR. Dia kurang hati-hati saat berbelok dan tidak mengutamakan pengguna jalan utama,” ujarnya singkat. (yud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *