LPA Minta Polres Siantar Tidak Memfasilitasi Kata Damai Terhadap Pelaku

Dua Tahun Jadi Korban Cabul Ayah Tiri

Ketua DPD LPA Siantar-Simalungun, Mansyur Panggabean & Pelaku Cabul M. Rahidun Samosir

SIANTAR24JAM.COM – Mansyur Panggabean selaku Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) DPD Siantar-Simalungun saat dimintai tanggapannya, terkait kasus ayah cabuli anak tirinya, mengaku tidak akan memfasilitasi kata damai terhadap perbuatan bejat pelaku. Bahkan, Mansyur Panggabean mengatakan, bahwa kasus pencabulan terhadap anak terkhusus di kota Siantar semakin meningkat.

“Saya minta kerja keras dan cepat dari pihak penegak hukum, untuk tidak ada kata konpromi, toleransi. Apalagi memfasilitasi Damai atas kasus kejahatan seksual terhadap anak ini perlu dan sangat kita kedepankan mengingat kasus kekerasan terutama kejahatan seksual terhadap anak semakain meningkat,” tukasnya.

Dikatakan Mansyur, untuk memastikan ada efek jera bagi oknun yang melakukan kejahatan atau kekerasan terhadap anak. Lembaga Perlindungan Anak, mendukung Polres Kota Pematangsiantar menjerat pelaku dengan UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penerapan Perpu No. 01 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2020.

Yakni tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana mininal 10 tahun maksimal 20 tahun dengan tambahan hukuman berupa KASTRASI atau Kebiri Kimia.” Ini demi kepentingan terbaik dan keadilan bagi korban, saya dari lembaga Perlindungan anak berharap agar dalam tempo singkat kasus ini mendapat atensi dari Jaksa sehingga segera dapat dilimpahkan dengan  status P21,” harapnya.

Diakhir perbincangan, Mansyur Panggabean juga mengingat jika korban telah mengalami trauma. Maka itu, pihaknya menyampaikan kepada Walikota Pematangsiantar agar dapat memfasilitasi korban untuk mendapat perawatan medis dari dokter spesialis. Kemudian, Pihaknya juga meminta dinas sosial (dinas terkait) untuk menyampaikan bantuan sosial dan dukungan solidaritas.

“Dengan terungkapnya tabir kejahatan seksual seperti ini, hendaknya menjadi peringatan dan mendorong warga masyarakat untuk bahu-bahu membangun gerakan masyarakat Terpadu Memutus Mata Rantai Kejahatan Seksual Terhadap Anak berbasis Kelurahan/Desa atau kampung di Kota Pematangsiantar, jadi itu saja harapan saya,” tutupnya mengaku akan mendampingi kasus korban. (yud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *