Selamatkan Hewan Endemik Sumut Ditengah Covid-19

Oleh: Wulan Sari Sinaga

Mahasiswi Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

Harimau Sumatera

SIANTAR24JAM.COM Harimau Sumatera (Pantheratigrissumatrae) merupakan predator penting yang dapat menjaga keseimbangan mata rantai makanan (food chains) dalam hutan  pulau Sumatera. Harimau sumatera juga dikenal sebagai hewan endemic dari pulau sumatera utara. Harimau Sumatera mempunyai warna paling gelap diantara semua subspecies harimau lainnya, pola hitamnya berukuran lebar dan jaraknya rapat kadang kala dempet. Belang harimau Sumatra lebih tipis dari pada subspecies harimau lain.

Subspesies ini juga punya lebih banyak janggut serta surai dibandingkan subspecies lain, terutama harimau jantan.  Terdapat selaput  di sela – sela jarinya yang menjadikan mereka mampu berenang. Harimau sumatera umumnya beraktifitas dimalam hari. Harimau Sumatera bukan jenis satwa yang biasa tinggal berkelompok melainkan jenis satwa soliter, yaitu satwa yang sebagian besar waktunya hidup menyendiri, kecuali selama musim kawin atau memelihara anak.

Pandemi Covid -19 telah tersebar keseluruh Negara termasuk Indonesia. Banyak aktivitas manusia yang terhambat. Hal ini juga berdampak pada satwa yang  berada di kebun binatang, taman nasional dan yang berada di kawasan terbuka seperti hutan. Hal ini tentu menimbulkan konflik antara satwa dan masyarakat setempat. Baru – baru ini berita mengenai harimau sumatera yang menyerang hewan peliharaan masyarakat. Hal ini dikarenakan tidak terpenuhinya pakan harimau sumatera tersebut. Selain itu juga, masih ada orang yang sempat-sempatnya memasang jeratharimau ditengah pandemik covid -19 ini.

Hal ini berdampak pada kurangnya spesies harimau sumatera. Aktiviskonservasi harimau sumatera, Forum Harimau Kita menyatakan pandemi Covid-19 membuat pemburuan illegal terhadap satwa dilindungi semakin leluasa bergerak. Hal itu karena memanfaatkan situasi saat ini ketika orang mengurangi aktivitas di luar. Ketika sebagian besar instansi dan aparat focus pada penanggulangan pandemi, para pemburu makin mendapat celah untuk mencari satwa dilindungi dan memasang jerat di wilayah jelajah satwa. Apalagi jika pemburu tersebut mencari nafkah dari hutan langsung, mereka akan melakukan aktivitas seperti biasanya.

Untuk menanggulangi kurangnya pakan akibat Covid – 19, petugas kebun binatang atau taman nasional biasanya mengurangi pakan satwa. Terbukti pada kebun binatang  Medan disimalingkar, harimau sumatera dipuasakan sehari dalam seminggu agar pakan daging tetap terpenuhi. Hal ini dikarenakan tidak adanya pemasukan karena aktivitas masyarakat  yang tidak diperbolehkan keluar rumah. Hal ini juga berpengaruh terhadap gaji karyawan kebun binatang yang tidak mendapat gaji karena biasanya karcis untuk masuk kekebun binatang dimanfaatkan sebagai gaji dan regulasi kebun binatang. Namun karena penutupan akses kebun binatang, para pihak kebun binatang bahkan sampai berhutang untuk memenuhi pakan seluruh satwa di kebun binatang.

Melihat situasi pandemik covid-19 ini, ┬ámari kita membantu orang disekitar kita khususnya satwa – satwa endemik di pulau sumatera agar tetap lestari dan terjaga. Dengan berdonasi dan menggalang dana untuk pakan seperti daging atau pun sayur-sayuran sangat membantu Harimau Sumatera dan satwa lainnya tetap hidup. Mari membantu meringankan pikiran pemerintah, dengan promosi di sosial media agar dana untuk pakan Harimau sumatera dan satwa lainnya dapat terpenuhi dengan baik. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *