Berakhir Damai, Sopir Sinar Siantar Sempat di Ikat & Dimassa Gegara Curi Kaca Angkot.

Pelaku saat akan dibawa personi Polsek Siantar Utara untuk dibawa kekantor.

SIANTAR24JAM.COM – Mencoba mencuri barang bekas atau botot, di seputaran Jalan Bali, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Jumat (24/7) pagi sekira jam 09.00 WIB. Sopir Angkot Sinar Siantar, Hendrika Simorangkir (47) ketahuan, dan babak belur dihajar warga setempat.

Bahkan, warga yang geram juga sempat mengikat Pelaku Hendrika Simorangkir, di Angkot bekas tempat Pelaku mencuri. Beruntung, personil Polsek Siantar Utara yang patroli mengetahui hal itu, sehingga pelaku dipelaskan dari tali ikatan. Kemudian, Pelaku dibawa petugas ke kantor.

Pelaku dan korban poto bersama usai melakukan perdamaian di Poslek Siantar Utara

Informasi dihimpun, kejadian itu saat hujan sedang turun. Pelaku datang menggunakan sepeda ke tempat rongsokan milik korban, Jameston Sitompul (41). Karena merasa tempat rongsokan itu tidak dijaga, Pelaku pun mencuri kaca Angkot. Namun, saat aksinya sudah berjalan.

Semula, saat Pelaku asyik mencuri, dirinya tak sadar sudah diintai warga dan korban. Lalu, pelaku diteriakin maling, kemudian warga yang ramai berlalu lalang ikut juga menghajarnya sampai babak belur. Habis kena hajar, Pelaku kembali diikat menggunakan tali kambing di Angkot (Botot-Red).

Tak lama berlalu, personil Polsek Siantar Utara yang sedang melintas dilokasi memberhentikan laju keretanya. Setelah itu, Pelaku yang masih terikat tali dilepaskan, sembari meminta keterangan dari saksi-saksi setempat. Usai meminta keterangan, Pelaku dibawa ke kantor Polsek Siantar utara untuk ditindaklanjuti.

Surat Perdamaian pelaku dan korban yang diterbitkan Petugas

Terpisah, Kapolsek Siantar Martoba, AKP Manaek Ritongah dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Iptu Rusdi Ahya, Jumat (24/7) siang sekira jam 12.40 WIB, membenarkan kejadian itu. Bahkan, pihaknya mengatakan jika korban dan pelaku sudah pilih jalur damai yang disertai surat perjanjian.

“Hanya 2 buah kaca mobil pintu depan merek espas angkot sinar siantar itu yang dicurinya. Itupun rongsokan yang tidak dipakai lagi dan sudah menjadi barang botot. Jadi, setelah dimediasi, kedua belah pihak sepakat berdamai,” ujarnya dikonfirmasi melalui via telepon Whattsap.

Rusdi juga menambahkan, jika kasus tersebut tertuang dengan surat perjanjian. “Iya, mereka pilih menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Dimana korban tidak keberatan lagi atas kejadian tersebut yang dituangkan ke dalam surat perjanjian,” tutupnya. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *