Resahkan Warga Tapioka, Polisi Ringkus Pelaku Balapan Liar, Didominasi Anak-Anak Dibawa Umur

Sebanyak-4-Unit-Kereta-Balap-yang-diamankan-dari-Tapioka-dan-depan-SMA-5-Jalan-Medan-Kota-Siantar

SIANTAR24JAM.COM – Sebanyak empat anak dibawa umur, yang semuanya mendominasi sebagai pelaku balapan liar (bali) di jalan lurus depan Pabrik Tapioka dan SMA 5. Tepatnya berada di Jalan Medan Km 4,5, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, terjaring.

Fakta itu terungkap, setelah petugas dari kepolisian Polsek Siantar Martoba yang bekerja sama dengan Satlantas Polres Siantar serta personil Intelkam atau Tim Ribak. Melalukan atau melaksanakan razia keliling, selama sembilan jam lamanya, Sabtu (25/7) pagi hari sekira jam 01.30 WIB.

Hasilnya, 4 unit kendaraan roda dua berkenalpot bising, yang sudah dimodif untuk balapan diangkut. Rata-rata, usia pemilik kendaraan 13 tahun,” kata Kapolsek Siantar Martoba, Iptu Amir Mahmud dikonfirmasi diruangannya siang sekira jam 12.00 WIB.

Mirisnya, aksi kebut-kebutan yang tak pantas ditiru hanya diakui sebagai aksi unjuk gigi. Padahal, tindakan itu dapat membahayakan diri sendiri, terlebih lagi orang lain.” Mereka lakukan balap dalam keadaan sadar, tapi sangat menganggu,” imbuh Kapolsek.

Masih kata Iptu Amir Mahmud menuturkan, 4 unit kendaraan roda dua diamankan dari Jalan Medan, Kota Siantar. Hal itu dilakukannya agar memberikan efek jerah. Kemudian, bagi kendaaran yang tidak dilengkapi surat-surat, pihaknya akan menahan selama tiga bulan.

“Selain itu, orangtua pelaku balap liar kita panggil untuk datang. Selanjutnya, kita buat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan. Kita kerasin pun tak bisa, menyangkut anak dibawa umur,” tambahnya berharap tidak ada lagi yang melakukan balapan liar.

PELAKU BALAPAN LIAR RATA-RATA BUKAN ORANG SIANTAR

Sebanyak 4 Unit Kereta Balap yang diamankan dari Tapioka dan depan SMA 5 Jalan Medan Kota Siantar

Setelah orang tua dari para pelaku balapan liar mendatangi Polsek Siantar Martoba. Ternyata, setelah didata. Keempat pelaku tersebut merupakan warga asal Simalungun.” Iya, bukan orang siantar mereka, tapi orang Serbelawan sama Karang Anyer Simalungun,” jelas Iptu Amir.

Disinggung, apakah saat balapan pelaku memasang taruhan? Lanjut Amir, mengatakan bahwa pelaku mengikuti aksi balap itu hanya pengen eksis.” Sudah kita interogasi, mereka ngakunya tak pakai taruhan, hanya test kencang dan pengen eksis,” tutupnya mengakhiri.

WARGA RESAH DAN MELAKUKAN PERLAWANAN

Selain pengen eksis, aksi balapan tersebut juga mendapatkan perlawanan dari warga Tapioka. Pasalnya, dari aksi balapan itu, warga merasah terganggu. Bahkan, akibat kekesalannya terhadap pembalap. Tak jarang warga melempari pelaku balapan menggunakan batu dan kayu.

“Siapa coba yang tak resah mendengar kebisingan saat orang lagi istirahat. Tapi ya itu, kek tak ada otak orang itu (pembalap-red). Makannya sering kami lempari biar bubar mereka. Jangan mentang-mentang jalanan ini lurus mala dijadikan ajang balap,” ujar warga sekitar bernama Juli Ritongah.

Masih kata Juli, kepada awak media ini, Sabtu (25/7) siang sekira jam 13.00 WIB, dirinya mengaku aksi balap liar yang meresahkan warga kerap terjadi pada malam Kamis malam Sabtu dan malam Minggu. Biasanya, pelaku adu balap hingga dini hari yang membuat warga yang tengah istirahat menjadi terganggu.

“Masalahnya, ini bukan pertama kalinya, kurang lebih sudah dua bulan kami terganggu, bahkan tiga kali satu minggu mereka balapan kek uda minum obat. Ya, selak nunggu polisi datang, kami warga sini yang teranggu, terpaksah melakukan perlawanan duluan,” tambahnya singkat.

AKSI BALAPAN DIDUGA DIBEKINGI OKNUM APARAT

Ditempat terpisah, salah satu pembalap liar yang namanya minta dirahasiakan menyebut, jika saat balapan beraksi. Para pembalap memasang taruhan sekitar Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Sedangkan uang taruhan itu, dibiayai oleh seorang oknum aparat. Kemudian, joki pembalap bagi hasil dengan oknum aparat tersebut.

“Kami jadi merasa aman saat balap dibekingi sama oknum aparat itu bang. Jadi, siapa yang menang taruhannya dibagi dua. Kadang, mau juga dibagi jadi tiga sama parbengkelnya. Mereka, oknum aparat ini taruhan sama lawannya, joki dan pemilik bengkel. Nama komunitas bengkel yang taruhan ini Herex Vs Scorpio OKK,” cecar sumber.

Untuk memastikan hal tersebut, Kasat Lantas AKP Muhammad Hasan, dikonfirmasi, Sabtu (25/7) siang sekira jam 13.25 WIB, mengaku pihaknya masih menyelidiki.” Nanti, itu bakalan kita gali dari imformasi pelaku. Ya, kalau memang betul adanya, kita tindaklah. Karena kegiatan mereka ini bukan ajang pamer atau apa, tapi nyawa taruhannya,” ujarnya singkat. (yud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *