Seorang Bocah Dikabarkan Hanyut Terbawa Arus Hingga Ke Sungai

Gegara Mandi Hujan di Digorong – Gorong Parit Jalan Viyata Yudha


Parit disebut gorong-gorong tempat korban mandi-mandi

SIANTAR24JAM.COM – Seorang bocah berusia 6 tahun, bernama Sauqi, dikabarkan hanyut ikut terbawa arus air. Bahkan, dikabarkan sampai terbawa ke dalam sungai, saat tengah asyik mandi di dalam parit atau disebut warga sekitar gorong-gorong yang berada di samping Masjid Asy Syafaat.

Tepatnya di Jalan Viyata Yudha, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari. Saat mendapat kabar dari warga sekitar. Ayah dan ibu korban, Wilda (35) dan Yudi (40), langsung melapor ke Tim BPBD Kota Siantar, Minggu (26/7) sore sekira jam 18.30 WIB.

Tim BPBD Kota Siantar tampak masih mencari keberadaan korban didalam arus sungai

Tak lama kemudian, Tim BPBD Siantar tiba kelokasi dan melalukan pencarian masuk kedalam sungai. Pantauan dilokasi, hingga sekira jam 20.00 WIB, Tim BPBD menyisir ke sungai Jalan Viyata Yudha, sampai ke sungai Jalan Gunung Simanuk-manuk belakang Rumah Sakit Tentara.

Namun, saat dilakukannya proses pencarian. Tim BPBD dibantu Personil Polsek Siantar Martoba, sedikit mengalami keterhambatan lantaran aliran sungai cukup deras. Meski, vermodalkan senter, petugas terlihat berhati-hati saat menyusuri pinggiran sungai mencari korban.

Warga tampak berkerumun menyaksikan pencarian korban

Masih dengan Informasi dilokasi, kejadian itu bermula saat hujan turun. Dimana korban bersama empat temannya mandi-mandi di dalam parit disebut gorong-gorong saat debit air mencapai setinggi dada orang dewasa. Hal itu dikatakan Wira (27) selaku warga sekitar.

Dikatakan Wira, meski keempat temannya korban sudah mengajaknya untuk pulang. Namun, korban sama sekali tidak mengindahkan ajakan rekannya itu.” Pas teman-temanya sudah pulang, orang tua korban mencari ke parit itu, ternyata sudah tidak ada,” ujarnya.

Warga tampak berkerumun menyaksikan pencarian korban

Masih kata Wira mengatakan, karena orang tua korban mengira anakknya itu ikut terbawa arus air. Warga pun langsung ikut berkerumun, bahkan sebagian warga juga ada yang membantu mencari keberadaan anaknya sembari menghungungi Tim BPBD Kota Siantar.

Untuk itu, pantauan dirumah korban, pihak dari keluarganya berdatangan. Sebagian keluarga, juga terlihat berusaha menenangkan ibu korban yang saat ini masih terus menerus menangis. Bahkan, sebagian keluarga ada yang membantu mencari keberadaan korban.

Rumah orang tua korban ramai didatangi keluarga

Hingga sampai berita ini dikirim ke redaksi, sekira jam 21.00 WIB, tanda-tanda keberadaan korban masih belum ditemukan. Sementara, Kapolsek Siantar Martoba Iptu Amir Mahmud, dikonfirmasi di lokasi menyebutkan. Pihaknya berharap agar parit disebut gorong-gorong ditutup.

“Saya mohon sama itansi terkait, agar parit ini segeralah ditutup supaya tidak menjadi tempat mandi anak-anak lagi. Soalnya, dari keterangan warga, sudah keempatnya lah ini kejadian serupah. Ya, walapun kali ini makan korban, warga jadi was-was juga,” ujarnya singkat. (yud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *