Anak Ketua RW 007 Tomuan Masuk Rumah Sakit Setelah Dikeroyok

Satu Pelaku BHL PT STTC Dibekuk

Satu pelaku dijemput paksah oleh petugas polsek dari tempat kerjanya PT STTC

SIANTAR24JAM.COM  – Bohadi Saragih (25) dan Rizki Eka Putra Saragih (27), menjadi korban pengeroyokan secara brutal yang dilakukan puluhan pemuda di halaman GOR. Tepatnya di Jalan Merdeka, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur, Sabtu (8/8) malam sekira jam 23.00 WIB.

Akibatnya, kedua korban warga Jalan Siatas Barita Gang Haruvino, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, luka lebam dibagian tubuh dan wajah. Bahkan sempat pingsan, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit Vita Insani untuk menjalani perawatan intensif.

Sementara, satu dari puluhan orang pelaku berhasil diamankan paksah oleh Tim Satreskrim Polsek Siantar Timur, Rabu (12/8) sore sekira jam 16.30 WIB, dari tempat kerjanya di PT STTC Jalan Justin Sihombing, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur.

Korban masih terlihat lemah dan dirawat dirumahnya

Kepada awak media ini, Kamis (13/8) sore sekira jam 14.37 WIB, korban yang sudah di rawat jalan ketika ditemui dirumahnya mengatakan, kejadian bermulah saat adiknya Rizki (17) yang masih duduk dibangku SMA terlibat adu mulut dengan adik si pelaku berinisial FD alias Ferdian (25).

“Awalnya, adik ku si Rian ini yang punya masalah sama adik si Ferdian yang sudah diamankan itu. Mengadulah mungkin sama abangnya, terus adik kami dijegat waktu main-main di rambung merah, baru di sanderah orang itu. Terus adikku nelepon kami, makannya berangkat kesana,” ujarnya Bohadi Saragih.

Setelah menerima telepon bahwa adiknya di sanderah. Bohadi pun mengajak abangnya, Rizki Eka Putra untuk menuju ke rambung merah, Kabupaten Simalungun. Dengan mengendarai kereta matic. Ketika sampai dilokasi, ternyata benar adiknya sudah ditahan.

“Pas sampai, kami lihat sudah ramai kali orang itu. Adalah belasan, kulihat adik kami juga sudah dipegangi sama pelaku. Cuman karena di rambung merah banyak warga. Pelaku dan teman-temannya kembali mengajak kami ke GOR untuk menyelesaikan masalah disana,” jelasnya.

Karena itu, korban akhirnya menuruti permintaan si Pelaku agar jumpa di taman GOR. Namun, sampai di GOR, korban malah tambah kaget. Lantaran melihat pelaku sudah membawa puluhan teman-temannya lagi. Sebagian, mengendarai kereta dan sebagian lagi mengendarai mobil.

“Kagetlah bang, karena jumlah mereka semakin banyak sampai puluhan orang. Tapi tetap kami turuti permintaannya, itupun adik ku si Rian sempat mau dilaga sipelaku untuk satu lawan satu sama adiknya, ya aku mana terima. Pas aku nggk terima, mereka malah langsung mukulin kami,” cecarnya.

Saat Bohadi Saragih dan abangya Rizki Eka Putra Saragih dikeroyok. Rian yang merupakan adik kandung keduanya berhasil kabur menyelamatkan diri dan menumpang warga yang melintas. Kemudian, memilih melaporkan hal itu kepada orangtuanya dirumah.

Setelah melapor, keluarga korban pergi mendatangi TKP. Ketika sampai, pihak keluarga melihat kedua korban sudah dalam kondisi parah. Dimana muka kedua korban sudah berlumuran darah hingga pingsan. Tak lama berlalu, kedua korban dibawa pihak keluarga ke rumah sakit.

“Kami pingsan, karena sudah banyak menerima pukulan dan tendangan. Sadarnya pas sudah di rumah sakit, keluarga bilang pelaku tidak ditempat lagi. Karena tidak terima, kami membuat laporan ke Poslek Minggu (9/8) sore jam 13.00 WIB, sambil ceritakan kejadian,” tambahnya.

Dikatakan korban, mereka mengenali pelaku Ferdian yang diamankan petugas tak lain karena kerja di tempat yang sama.” Masih satu kerjaan kami di PT STTC, aku masih BHL, abangku si Rizki Eka Putra sudah karyawan. Kalau pelaku Ferdian, dia juga masih BHL, baru tiga bulan dia kerja,” tutup korban mengaku ayahnya merupakan RW setempat.

Ditempat terpisah, salah satu personil piket Polsek Siantar Timur ketika dikonfirmasi diruang kerjanya terkait pengeroyokan itu membenarkan adanya kejadian.” masih satu diamankan, uda pun di sel dia. Itu juga mau dikembangkan. Tanya sama Pak Kalolsek aja lagi ya,” ujarnya sembari minta namanya dirahasiakan.

Sementara, Kapolsek Siantar Timur, Iptu Rudi Panjaitan dikonfirmasi tampak bungkam. Padahal, saat ditelepon nomor aktif dan berdering. Tak itu saja, saat dilayangkan konfirmasi melalui pesan Whatsapp, pesan berhasil masuk dan sudah dibaca. Namun sampai berita ini dikirim keredaksi, dirinya tak juga memberikan balasan. (yud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *