Cewek Nagahuta Disekap & Dianiaya Pacar Sendiri

Kakek Korban: Pelaku Suka Ringan Tangan

Kantor Poslek Siantar Timur, Tempat Korban Melapor

SIANTAR24JAM.COM – IG alias Aiga (19) seorang wanita muda, warga Nagahuta Batu lll, Nagori Rukun Mulyo, Kecamatan Panombean Pane, Kabupaten Simalungun. Mengaku disekap, bahkan dianiaya oleh pacarnya sendiri. Tepatnya di Jalan Mujair, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kamis (13/8) malam sekira jam 23.30 WIB.

Informasi didapat, awalnya korban yang bekerja sebagai sales disalah satu perusahaan kota siantar, hendak menuju pulang kerumahnya. Namun, saat akan menunggu gojek, tiba-tiba korban dihampiri sang pacar (pelaku-red). Debat mulut pun terjadi dilokasi kejadian dan pelaku yang emosi, langsung memukul korban.

Usai memukul, sang pacar memilih kabur dan meninggalkan korban. Sehingga, korban memilih pergi ke Polsek Siantar Timur, membuat pengaduan. Kepada petugas, korban menceritakan kasus yang menimpanya. Lalu, petugas Polsek kembali mengantarkan Korban kerumahnya.

“Tadi pagi lah jam satu, saya kaget, koq tiba-tiba polisi datang kerumah. Setelah polisi itu menjelaskan, ternyata cucu saya menjadi korban penganiayaan dan penyekapan,” ujar Suharno (55) selaku kakek korban saat ditemui dirumahnya, Jumat (14/8) siang sekira jam 14.00 WIB.

Suharno menceritakan, jika penyekapan cucunya tersebut tak lain dilakukan oleh pacarnya sendiri. Yakni berinisial RM alias Rinto (23). Tepatnya di kediamannya di Jalan Mujair, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, yang ketika itu korban baru pulang bekerja.

“Pas pulang kerja, cucu saya mungkin jumpa sama si Rinto. Mereka ini kan sudah lama pacaran. Ya gitu, Rinto memang ringan tangan dia. Lagian ini bukan baru terjadi, tapi cucu saya sudah sering dilakukan pemukulan sama dia. Kadang sampai memar dan bengkak muka cucu saya,” terangnya.

Suharno, kakek korban saat ditemui dirumahnya

Selain itu, kata Suharno, pihaknya masih akan menggali motif kejadian yang menimpa cucunya.” Ini kebetulan dia masih ditempat ibunya. Diapun masih trauma. Tapi nantilah saya mediasi lagi dia biar mau membuka cerita, karena bisa aja diancam makannya tertutup,” pungkasnya.

Rencananya, kakek dan orangtua kandung korban akan menyelesaikan kasus itu dan berharap pelaku ditangkap.” Ini uda unsur kekerasan, bukti sudah ada, wajah cucu saya pun memar. Pokoknya mau kami lapor, tadi malam belum melapor karena cucu saya tak mau tebuka sama polisi,” tambah Suharno.

Masih penjelasan dari Suharno, mengaku hubungan cucu dan Rinto sudah berlangsung lama. Bahkan, cucunya itu sudah sering main kerumah orang tua Rinto. Tak itu saja, Suharno juga mengatakan, bahwa pelaku merupakan seorang residivis dalam kasus narkoba jenis sabu.

“Mereka dua ini beda agama dan lama menjalin kasih. Disuruh nikah masih belum mau, jadi ya ginilah. Malah cucu saya sering dianiaya. Apalagi si Rinto itu juga mantan napi, tak lama baru bebas kasusnya sabu. Saya masih pening untuk misahkan mereka, makannya saya tempu jalur hukum saja, biar pelaku dipenjara,” harapnya.

Untuk itu, petugas piket Polsek berpangkat Aipda dikonfirmasi diruang kerjanya terkait hal itu membenarkan adanya korban mendatangi polsek.” Tadi malam ada cewek mau melapor. Tapi terus diantar kerumahnya sama orang piket. Coba lae konfirmasi sama Kapolsek ya, biar tau kejelasannya,” paparnya.

Sampai berita ini dikirim ke meja redaksi, Jumat (14/8) sore sekira jam 16.11 WIB. Terpisah, Kaposlek Siantar Timur yang dijabat oleh Iptu Rudi Panjaitan masih juga belum berhasil dikonfirmasi, meskipun nomor handphone miliknya terlihat aktif, bahkan berdering. (yud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *