Anak Pangulu Nagori Rukun Mulyo Dibegal, Kepala Dipukul Hingga Pingsan

Areal Persawitan Tempat Korban Dibegal Kedua OTK

SIANTAR24JAM.COM ā€“ Aksi begal terjadi di areal pohon sawit dekat Susteran Katolik RPF. Tepatnya di Jalan Karina FM, dekat RPF Nagahuta/RK, Kelurahan Panombean Pane, Kabupaten Simalungun, Selasa (25/8) sore sekira jam 16.30 WIB.

Pelaku yang berjumlah dua orang (OTK) mengendarai kereta, menggunakan helm dan masker hitam. Berhasil membawa kabur uang milik korban sebesar Rp 1,2 juta, serta satu buah dompet berisikan surat BPJS dan ATM.

Informasi dihimpun dari berbagai sumber, mengatakan saat itu korban Sandi (35), warga Jalan Asmaul Husna, Huta Sidomulyo lll, Kelurahan Panombean Pane, Kabupaten Simalungun, baru pulang kerja dan baru selesai ambil uang dari ATM.

“Baru gajian, dia karyawan STTC. Jadi baru pulang kerja, dia singgah ke ATM ambil uang. Baru pas mau pulang kerumahnya, kena begal disawitan. Kepala dan perut dipukul, makannya pingsan. Terus uangnya diambil,” kata Zella warga setempat.

Sandi anak Pangulu yang menjadi korban begal

Sebelum kena begal, awalnya korban yang saat itu kebelet buang air kecil. Mencoba memberhentikan laju kereta Yamaha Mio yang ditungganginya di arel persawitan. Kemudian, saat ingin beranjak. Korban didatangi dua orang tak dikenal (otk).

Tanpa aling-aling, kedua OTK menggunakan helm dan masker hitam. Langsung membabi buta memukul kepala dan perut korban hingga pingsan. Setelah pingsan, kedua OTK juga membawa kabur barang-barang milik korban.

Hanya saja, satu unit kendaraan milik korban. Tak sampai dibawa pelaku pergi kabur meninggalkan korban.” Kereta nggak diambil, cuman dompet aja. Isinya ada uang, dan lagi ada surat-surat penting lain milik Sandi (korban-red),” tambahnya Zella.

Menurutnya, pasca kejadian, korban berhasil disadarkan warga lain yang kebetulan sedang melintas.” Yang nolongi warga sini, kenal sama korban. Terus korban disadarkan dan dibawa kerumah orang tuanya Pak Rojingun, Pangulu Nagori Rukun Mulyo,” paparnya.

Zella juga menambahkan, atas adanya kejadian itu. Dirinya kini menjadi was-was. Pasalnya, lokasi tempat kejadian perkara (TKP) korban, sekarang dikenali sebagai daerah rawan. Apalagi, kondisi di areal sawit tampak seram dan sepi. Bahkan minim dari lampu penerangan jalan.

“Bukan sekali ini kejadian begal, sebelumnya sudah pernah. Makannya rawan kalau didaerah kami ini. Orang sini pun kalau pulang kerja malam, paling berani jam-jam 9 aja. Kalau mau antisipasi, ya mau nggak mau ikut barengan pulang sama kendaaran lain,” tutupnya.

Sementara, orang tua korban yang menjabat sebagai Pangulu Nagori Rukun Mulyo belum berhasil dikonfirmasi terkait kejadian yang menimpa anaknya. Bahkan, pesan whatsapp yang ditinggalkan wartawan hanya dibaca dan masih belum dibalas.

Ditempat terpisah, Kanit Reskrim Polsek Panombean Pane, Ipda Boby Wijayanto, dikonfirmasi melalui Kapolsek AKP Hilton, Rabu (26/8) sore sekira jam 16.30 WIB, membenarkan kejadian tersebut. Hanya saja, korban tidak membuat laporan pidana.

“Benar kejadiannya, tadi Pangulu Nagori Rukun Mulyo bersama anakknya yang menjadi korban datang keposlek kita. Tapi, mereka tidak mau melanjutkan laporan pidana. Mereka hanya membuat laporan kehilangan surat BPJS, KTP, dan ATM saja,” paparnya.

Kapolsek juga menambahkan, jila korban pingsan lantaran mendapat sejumlah pukulan dari OTK pakai tangan.” Iya, pakai tangan mereka mukuli korban, bukan pakai alat ya. Jadi, atas kejadian itu korban hanya mengalami kerugian Rp 1,2 juta,” tutup Kapolsek mengakhiri. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *