Rumah Belajar Sopo Safari Bersama Media Sampah, Berhasil Membangun Anak Pemulung Menjadikan Anak Yang Berkreativitas

Oleh: Shella Marliana
Mahasiswa Ilmu Sosial & Politik Universitas Sumatera Utara.

SIANTAR24JAM.COM – Membangun anak – anak pemulung agar percaya diri dalam beraktifitas seperti anak lainnya tidaklah mudah seperti membalikan telapak tangan, karena semua itu harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan perhatihan yang matang

Rumah belajar sopo safari merupakan wadah belajar bagi anak-anak keluarga pemulung yang keberadaanya ada disekitaran area lokasi pembuangan akhir tepatnya di Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar.

Sopo Safari, didirikan oleh Samuel Lasa dan Farida Sitorus yang dibantu oleh para relawan rumah belajar. Anak-anak di rumah belajar Sopo Safari sebagian besar berasal dari keluarga pemulung yang mana kehidupan mereka sangat dekat dengan sampah.

Shella Marliana, sebagai Mahasiswa PKL 1, Ilmu Kesejahteraan Sosial di Universitas Sumatera Utara bersama (Supervisor Hairani Siregar S. Sos, M.Sp,) telah melakukan Assesment kepada Relawan Rumah Belajar Sopo Safari, bahwa kegiatan diSopo Safari semata bukan hanya untuk belajar saja tapi dapat menjadikan anak yang lebih berkreaktivitas.

Selain pelajaran disekolah atau pengetahuan umum, Anak anak diRumah Belajar Sopo Safari juga diajarkan bagaimana membangun karakter yang baik dan bermartabat dengan cara kekeluargaan, karena setiap hari senin anak anak belajar pendalaman Alkitab untuk yang beragama Kristen dan pemahaman Al-Qur’an bagi yang beragama Islam.

Setiap hari Selasa sampai Kamis mereka akan belajar pelajaran umum seperti Bahasa Inggris dan Matematika dan Jumat mereka akan berdiskusi, biasanya anak anak yang mempunyai PR dari sekolah akan dibawa kesopo safari untuk berdiskusi dengan teman bahkan dengan guru yang mengajar dan pada sabtunya mereka diajarkan untuk berkreasi, mulai dari memasak, bercocok tanam hingga belajar literasi.

Dengan perencanaan yang di lakukan adalah memberikan pemahaman kepada anak-anak dirumah belajar Sopo Safari tentang Kreatifitas Pengelolaan sampah. Kreatifitas yang dilakukan bukan hanya untuk menjadikan Sampah menjadi barang yang lebih berguna.

Hasilnya sampah yang di daur ulang tersebut tidak menjadi sampah baru lagi dengan kata lain, mempunyai nilai guna yang panjang atau awet. dengan bahan sederhana seperti Botol Plastik bekas dan kardus bekas bisa diubah menjadi barang yang berguna. botol plastik bekas bisa diubah menjadi pot bunga, tabungan, dan kotak pensil.

Mahasiswa PKL serahkan Cendramata kepada Pengelola Sopo Safari (Farida Sitorus) berupa tikar sebagai alas belajar

Sementara kardus sendiri bisa di ubah menjadi rak buku atau sepatu, sehingga membuat barang yang tampak berantakan menjadi jauh lebih rapih. Selain itu kertas dari bahan bacaan yang sudah tidak terpakai seperti koran dan majalah, bisa dianyam menjadi vas bunga dan keranjang,

Diperlukan ketelitian dan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan sebuah benda dari anyaman kertas dampak dari kreativitas tersebut membuat anak – anak di rumah belajar sopo safari sangat antusia melakukan kreatifitas terutama setiap hari Sabtu mereka selalu bersemangat membuat hal-hal baru mulai dari pengelolaan sampah hingga tahap terminasi,

Dalam kesempatan ini Mahasiswa PKL dari Universitas Sumatera Utara (USU) Shella Marliana memberikan bantuan berupa tikar yang digunakan untuk Alas mereka ketika belajar, karena mengingat Fasilitas Sopo Safari saat ini masih banyak yang belum terpenuhi (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *